Halo teman-teman semua!

Di Bulan ini bidang Electrical Engineering kembali menjadi topik Seminar, dan kali ini yang akan menjadi pemateri adalah Indar Surahmat [profil lihat disini], mahasiswa S3 di Institute of High Frequency Technology RWTH Aachen. Beliau akan mengangkat topik Trend Teknologi Komunikasi

Teknologi telekomunikasi tanpa kabel mengalami perkembangan sangat pesat dalam tiga dekade terakhir. Hal tersebut tampak dari perkembangan devices yang berbasis teknologi ini seperti handphone, tablet ataupun perangkat lainnya. Ambil salah satu contoh, misalkan handphone (telepon genggam), dari segi dimensinya, ketika tahun 1990-an pada saat diluncurkan teknologi GSM, telepon genggam hadir dengan dimensi yang cukup besar dan berat. Saat ini, telepon genggam yang mempunyai fungsi yang sama dapat dibuat dengan dimensi yang jauh lebih kecil dan tentu saja jauh lebih ringan. Dari aspek lain, yaitu konten teknologi, telepon genggam pada awalnya hanya mempunyai kemampuan menyediakan layanan telepon ditambah layanan pesan. Sekarang ini, telepon genggam bisa digunakan untuk tidak hanya telepon dan pesan tetapi juga layanan data, yang saat ini lebih dominan dan kebutuhan koneksinya meningkat terus menerus.

Pemenuhan kebutuhan yang semakin meningkat tersebut memunculkan beberapa inovasi teknologi layanan data. Inovasi tersebut seperti teknologi yang berbasis LAN (Local Area Network), atau WLAN (wireless LAN) dan orang umum mengenalnya dengan WIFI. Di sisi lain, pada teknologi komunikasi berbasis selular, perkembangan layanan tersebut dimulai pertama kali dengan dikenalkannya layanan GPRS (general packet radio service) pada teknologi GSM. Layanan ini kemudian berkembang dengan munculnya teknologi CDMA, WCDMA dan terbaru yang sudah diaplikasikan dan dinikmati koneksinya adalah LTE. Dalam industri telekomunikasi, perkembangan teknologi selular ini dikenal dengan istilah 2G, 3G dan 4G. Berita hangat terbaru, teknologi selular yang segera akan diluncurkan adalah 5G dengan beberapa keunggulan koneksi data yang ditawarkan.

Dalam aspek frekuensi, perkembangan layanan ini harus dibayar dengan kebutuhan lebar bidang frekuensi yang semakin lebar. Pada Wifi, standard lebar bidang frekuensi yang dipakai adalah 5MHz dan 20MHz yang diletakkan pada frekuensi 2,4 GHz dan terbaru 5 GHz. Pada teknologi selular, awalnya 200 Khz, kemudian berkembang menjadi 1,25 MHz , 5MHz dan terakhir pada LTE yang sifatnya scalable (1,4 – 20 MHz). Frekuensi yang digunakan mulai 800 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, dan seterusnya.

Di Seminar ini beliau akan membicarakan aspek ilmiah pada tren perkembangan teknologi telekomunikasi tersebut dengan deskripsi topik berikut.

  1. Apa itu 2G – 5G dan bagaimana konsep dasarnya?
  2. Bagaimana hubungan antara lebar bidang frekuensi dengan kecepatan koneksi data?
  3. Bagaimana tindak lanjut perkembangannya yang masih dalam proses penelitian?

Pemateri kedua adalah Yohan Fajar Sidik [profil lihat disini], mahasiswa S3 di Institute for Power Generation and Storage System (PGS) RWTH Aachen. Disini Beliau akan membahas mengenai Integrasi Energi Terbarukan ke dalam Sistem Kelistrikan.

Angin dan matahari adalah contoh energi terbarukan (ET). Energi tersebut dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik. Ada serangkaian proses untuk mengubah ET menjadi listrik. Selanjutnya listrik harus disalurkan agar bisa sampai ke pelanggan listrik melalui saluran transmisi dan distribusi. Di Seminar ini beliau akan memfokuskan pada teknologi yang digunakan untuk konversi ET ke listrik dan integrasi ET ke dalam sistem kelistrikan.

Disini adalah salah satu kesempatan untuk mendapatkan ilmu di luar bidang kalian. Selain itu, dari Seminar ini para peserta bisa mendapatkan Sertifikat, dengan catatan mampu hadir di minimal 4 Seminar yang akan diselenggarakan oleh departemen Keilmuan PPI Aachen.

Salam Perhimpunan!